val retweeted
Kadang lupa kalau di sini banyak banget homophobic karena di Twitter semua orang terlihat homo
val retweeted
When your irl friends making a insta story about “Tolak LGBT” but her enemy is closer then her think. 😂
val retweeted
Bentuk perlawanan kelompok marjinal itu banyak macamnya dan setiap perlawanan pasti akan ketemu reaksi negatif dari penindas. Foto ciuman itu juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan, terlepas lo anggap itu ciumannya perlu atau nggak, sesuai norma grassroot atau gak. Munculnya reaksi kebencian yah memang konsekuensi dari melawan, bagian dari rantai aksi-reaksi.
Bukannya udah lihat yah dari dulu, perlawanan yang paling soft pun tetap ditentang sama yang homofobik? Diskusi buku dan seminar di kampus digerebek. Nakes yang bikin konten anti-stigma langsung diincar netizen homofobik. Lah, gue bikin post depatologisasi dari DSM aja sering kena ocehan koq.
Jadi kalau mau melawan tapi harus terus “jaga kelakuan” demi perasaan status quo, biar mereka nggak tersinggung dan nggak marah sama keberadaan identitas lo, itu sama aja kayak nyerahin jiwa lo ke setan. Lo ngebiarin penindas yang nentuin garis hidup lo dan hak apa aja yang boleh lo dapat.
Strategis dalam melawan bukan berarti juga terus-terusan pakai respectability politics. Setelah berpuluh tahun gerakan ngerjain edukasi dan advokasi di mana-mana, wajar dong muncul strategi baru, apalagi massanya juga makin cair.
Terus, kalau lo ngerasa bagian dari komunitas, fungsi komunitas itu saling jaga, bukan saling julid. Iya, komunitas juga punya fungsi jaga dan tuntut akuntabilitas. Tapi gestur kayak gini perlu dibedakan dari tindakan yang beneran ngasih peluru ke kaum homofobik, misalnya flirting nggak jelas ke orang yang jelas-jelas beda orientasi seksualnya, atau punya internalized homophobia dan malah ngaku2 ex-gay atau yah bikin statement goblok yang reinforce stereotype dan stigma negatif kelompok ke publik (yang kayak gini pantas di-call out diminta akuntabilitas sama komunitas).
Fungsi komunitas yang gue liat hilang dari percakapan dua hari ini adalah fungsi jaga satu sama lain, yang justru harusnya ditingkatin pas masa2 kek gini. Jagain mereka yang terancam karena berani melawan lewat foto provokatif itu. Jagain juga mereka yang underprivileged dan mungkin kena dampak dari tersebarnya foto itu. Jagain semua orang yang punya kerentanan identitas yang sama kayak lo.
Iya, sumber daya komunitas terbatas, dan ada orang-orang yang lebih rentan. Tapi hidup komunitas dan individu juga nggak bisa terus-terusan dilihat dari kacamata defisit karena lagi ditindas. Kalau kita nggak fokus ke kapasitas untuk melawan dan saling jaga waktu konsekuensi dari melawannya datang, gimana mau bertahan lebih jauh?
Komunitas marginal itu bukan cuma soal kerusakan, kerentanan, dan kelemahan. Komunitas juga sumber resiliensi. Ini udah terbukti selama bertahun-tahun koq. Meski berkali-kali dijatuhkan dan ditindas dengan berbagai cara, tetap bisa bangkit dan melawan lagi. Resiliensi itu cuma bisa makin ditingkatkan kalau kita saling dukung dan saling jaga, bukan saling julid.
Jadi, yuk bisa yuk. Berhenti saling nyalahin, karena konsekuensi buruk dari foto kan ini juga banyakan sumbernya dari mereka yang homofobik. Donasi sana ke NGO kalo beneran peduli sama yang underprivileged dan belum bisa turun ke jalan. Jangkau temen2 lu yang beneran affected sama persebaran foto di sirkel homofobik.
Buat gue sih, kalo beneran peduli yah, wujudkan solidaritas dalam komunitas yang berakar dari cinta kasih. Karena cinta menaklukan semua, cinta menyamankan semua, dalam cinta kita akan bernaung dan menang.
val retweeted
kamu kalo masih menindas kaum marjinal gausah koar koar soal humanity, humanitynya masih selektif jadi mending diem aja
val retweeted
Lah ya tiba2 muncul komentar "Kok Godzilla jadi politis?!"
Listen, larpers, Godzilla has always been political. – at Pamulang, Indonesia
val retweeted
"Japoneses gostam do Godzilla da Legendary"
"Ah é? Como você sabe?"
"Veja o que eles fizeram com o Godzilla americano que eles não gostaram"
val retweeted
LONG LIVE THE KING
‘GODZILLA MINUS ZERO’ is tracking to have the biggest domestic opening weekend EVER for a live-action international film.
Read our review: bit.ly/ZeroDF
val retweeted
Yg pada ngeluh2 ada teman2/bendera LGBTQ+ yg ikut march ini, kalian pada support perempuan ga? Kok ga ikut march ini? Bacot doang di blkng layar hp loe. Loe jangan sok2an berani lah, teman2 LGBTQ+ yg kemaren gw ketemu, nah itu pembrani. Yg complain doang, busuk hati lu. Capek
val retweeted
nenek ini di arak lalu disobek kerudung dan bajunya karena mencuri bahan pokok demi kebutuhan hidupnya.
ga membenarkan pencurian tapi dari sini bisa diliat betapa ancur nya ekonomi di negara ini sampai ada orang yang mau hidup harus melakukan hal tidak baik dan bahkan bisa mengancam dirinya sendiri.
WOKE RANGERS???? HELL YEAAAAHHHHH 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
val retweeted
Tadi banyak banget yg minta foto bareng sama my poster…. YAYYY :3
Always very happy to meet my fellow lesbians!!!! I LOVE U LESBIANS!!!!!! LESBIANS 4 LIBERATION FOREVERRR


































