Ivoire Glenham (@1stPerformer) header
Ivoire Glenham (@1stPerformer) profile picture

Sorry, I'm not sorry for destroying your school. Haha.

Suffolk, East of England
Joined May 2024
Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)Photo by Ivoire Glenham (@1stPerformer)
ㅤ Ivoire sudah melatih ini berulang kali, tapi lidahnya masih saja kelu. Ia menarik napas dan berujar, “I’ve been carrying a lot of guilt about what happened between us in the past—especially about that portrait curse I put on Hogwarts. It was a horrible thing to do, and it was out of jealousy and anger. I don’t even recognize the person I was back then, and I’m so deeply sorry for what I did.” ㅤ
1
47
3
1,001
ㅤ “I was so oblivious to your perspective; I let those dark feelings take over, and I’m ashamed of how I acted. I wish I could take it all back, but I know I can’t. What I can do is apologize from the bottom of my heart and ask if there’s anything I can do to make things right between us.” ㅤ
1
42
2
903
ㅤ Hello from regal and enchanted. ㅤ
1
1
920
ㅤ Pria itu mengerjap dan melihat dunia dalam perspektif yang berbeda. Ia sadar posisinya yang terjepit rongsokan baju zirah di dinding aula, dan berusaha bangkit. Dalam heningnya, Ivoire menyingkirkan benda apapun yang ada di hadapannya dengan kekuatan magis tanpa tongkat. ㅤ
1
38
1,006
ㅤ Terlalu banyak hal yang perlu diproses sendirian, ia berusaha menghindari tatapan saudarinya. Ivoire melangkah keluar dari aula. Tak ada yang tahu kemana tujuan jejaka itu, pula jejaknya tak dapat ditelusuri. They said no sibling is perfect: we argue, we fight. We even stop talking to each other at times, but in the end, we are family, and our love for each other will always be there. ㅤ
1
45
9
1,735
ㅤ Dalam sekejap, tujuan penyihir ambisius itu adalah tempatnya bernaung. Kastel terbengkalai yang tak diketahui siapapun, dan hanya terlihat seperti tumpukan sampah di pembuangan akhir untuk muggle. “Finally,” ucapnya menghela napas seraya menjejer lukisan-lukisan tersebut. ㅤ
1
44
1,007
ㅤ Dipandanginya lamat-lamat deretan lukisan itu dan hendak merapal curse breaker pada tiga lukisan. Baru ia mengacungkan tongkatnya, ia melihat sesuatu yang aneh. “Ods bodkins,” geramnya saat ia menyadari kalau lukisan di hadapannya ini adalah lukisan palsu. ㅤ
1
47
1
1,101
Replying to @Triwizard2024
ㅤ Kejadiannya terjadi begitu cepat, dan saat Ebony membuka mata, mengerjap untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, ia menyadari fenomena yang terjadi. Pupilnya menyaksikan para penyihir remaja tak bersama mereka. Wajahnya memucat saat tertampar oleh kenyataan. ㅤ
1
70
1
2,014
ㅤ Dengan menggunakan kekuatan sihir kuno yang ia miliki, Ebony berusaha mencari keberadaan mereka melalui sebuah proyeksi yang ia tampilkan pada dinding. “Blust me, oh no! Abernethy took the participant away!” serunya panik. Ia menutup mulutnya seakan tak percaya. ㅤ
1
72
4
2,259
Replying to @WarlockGrey
ㅤ Ia menghampiri pergumulan antara kepala sekolah dan penyusup kastel, menengahi situasi tersebut. “With all due respect, Headmaster. I really appreciate your help with this intruder. But I hope you’d allow me to take care of this matter by myself,” pinta Ebony. ㅤ
1
68
1,633
ㅤ Mendapat lampu hijau dari sang adam, Ebony melirik sinis ke arah Leo. Ia mengarahkan tongkat ke arah langit-langit aula dan memunculkan tiang asap nan kelabu, seakan mengarah ke si penyusup. Bilabial Ebony bergerak merapal mantra kuno serta fokusnya terpaku ke atas. ㅤ
1
63
3
1,980
ㅤ Tatap geram disambut dengan ayunan tongkat yang teracung ke arah Leo Abernethy, Ebony menyerukan, “Flipendo!” Lawannya terlontar hingga keluar dari lingkaran Protego Diabolica. Bersamaan dengan terpentalnya Leo, lingkaran mantra tersebut turut sirna. ㅤ
1
71
1
1,511
ㅤ Padamnya kobaran api magis tersebut membantu Ebony untuk mengobservasi ruangan aula. Ia melepaskan diri dari pengaruh mantra sebelum mengayuh langkah mencari lawannya tersebut yang pada saat bersamaan sedang diringkus kepala sekolah. “Pardon, Sir.” ㅤ
1
69
3
1,526
Replying to @2ndPerformer
ㅤ Bidik Ebony dengan intens menatap sosok yang baru menginterupsi. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia hampir tak dapat mempercayai apa yang baru saja terjadi di hadapan. Alis bertaut dan napasnya tercekat, kuasa lengannya refleks meremas kuat tongkat sihir. ㅤ
1
69
1
1,551
ㅤ “Stupefy!” seruan Ebony terdengar setelah beberapa saat tertegun. Mantra itu terarah ke sosok asing yang sukses menyampuk kegiatan mereka malam itu. Alih-alih terpaku di tempat, Ebony berusaha mengejar pembuat onar tersebut dan berintensi untuk mengusirnya. ㅤ
1
71
13
2,596