
Empowering each other towards a gender-equitable world✨ #kamutidaksendirian #sahabatperempuan
Yogyakarta, Indonesia
Joined November 2010
- Tweets7.4K
- Following657
- Followers4.1K
- Likes817
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Survei IDEAS (Institute for Demographic and Affluence Studies) menemukan, hampir 9 dari 10 driver ojol masih punya utang berjalan. Bahkan, sebagian terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tapi masalahnya tak sesederhana “malas kerja”. Ketika penghasilan tak cukup untuk hidup, pinjaman yang mudah diakses lewat aplikasi justru bisa membuat mereka terjebak dalam lingkaran utang.
Kebijakan seperti apa yang seharusnya diberlakukan pemerintah untuk melindungi pengemudi ojol?
Baca artikel lengkapnya di: magdalene.co/story/jerat-uta…
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
1. Cewek2 di bawah umur
2. Biasa jaga aurat
3. Digrebek dini hari pas lagi tidur no hijab oleh aparat yg ALL MEN
4. Dgn status cuma SAKSI
5. Asas praduga tak bersalah?
6. Ngapain razia duit, emas dll kalo nyari senjata?
7. None of this makes sense to me
8. Negara macam apa ini?
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda (28/10), mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi #IndonesiaSadar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka menyuarakan beragam tuntutan, mulai dari penanganan bencana ekologis hingga perbaikan ekonomi dan perlindungan HAM.
Sejumlah perempuan yang kami temui membawa keresahan masing-masing. Ada yang memprotes mahalnya biaya pendidikan, sulitnya mendapat pekerjaan layak, dan upah yang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada pula yang mendesak pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap anak-anak.
Tak hanya menyuarakan tuntutan, perempuan juga mengambil peran aktif di lapangan, mulai dari menyediakan bantuan logistik dan medis hingga mengelola donasi untuk memenuhi kebutuhan massa aksi.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Funny how one “feminist”labeled acc can make u guys turn away from feminism but thousands of news about femicide, inequality at workplace, afghan women banned from higher education, women in sudan being sa’d by dwb, ect doesnt move a nerve in u to be feminist
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
TW//sexual harassment
Perkenalkan, saya merupakan perwakilan dari teman korban pelecehan seksual dengan modus begal payudara (begal PD). Saya ingin meminta bantuan Kakak dan tim media untuk mengangkat beberapa laporan kejadian pelecehan seksual yang terjadi di wilayah Yogyakarta
Bohong banget, menurut gue justru Jogja lebih mengerikan daripada Jakarta. Banyak mahasiswa FK UGM yang katanya hamil di luar nikah, sampai anaknya lahir lalu dititipkan di sebuah rumah di Maguwo untuk dirawat oleh ibu yang dibayar.
Menurut gue, kondisi Jogja cukup parah. Selama 4 tahun tinggal di sana, gue juga sering melihat konflik antara orang Papua dan warga asli Jogja. Gue pribadi lebih nyaman di Jakarta. Apalagi, harga kos dan makanan di Jogja juga sama-sama mahal.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
"women became feminists because of social media"
Gue pas bocil realizing para tante dan bude tiap lebaran sibuk di dapur sedangkan yg cowo nongki di depan. Pas makan, yg cowo pada di meja, yg cewe lesehan di ruang tengah nyuapin anak anaknya.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Orang come out sebagai LGBTQIA+ itu bukan karena trauma agama ya. Sebaliknya, teman-teman LGBTQIA+ sering mengalami trauma agama karena dicekoki pesan-pesan yang merendahkan mereka sebagai manusia.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Woman - I was abused.
Everyone - I need 5 videos, 976 photos and 4 police reports, and 58 witnesses to believe that.
Man - Ididn'tdo t.
Everyone - That must be true.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Incel masih mengira klo konsep pelanggaran consent = nyesel.
No, kekerasan seksual bukan tentang "tiba-tiba" nyesel
Replying to @AyanoItami @DesyriantiRara
jd kalo ada cewek ngentot sama gw sama2 mau trus gw tiba2 nyesel bisa gw laporin polisi ceweknya?
Ditengah banyaknya kasus KBG yang viral akhir2 ini mimin mau ngingetin buat temen2 klo jangan smpe lupa keamanan korban saat me-raise awareness terhadap suatu kasus. Jangan lupa juga untuk g kepo berlebihan yaa!! Kepo berlebih takutnya malh mereduksi kasus sebagai gosip semata 🥲
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Antrean hotline bunuh diri 119 mengular, jumlah konselor juga tidak memadai.
Ada empat langkah yang bisa dilakukan pemerintah buat cegah bunuh diri, apa saja?
magdalene.co/story/hotline-1…
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
gw benci bgt sama iklan spotify yg npd npd itu. fym ur using one of mental disorders to be ur project/ads name its so insensitive n pushing the stigma n stereotypes abt npd. npd isnt haha i love taking pics n being overly confident, no.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Nggak ada yang salah dari presiden nonton timnas bola. Yang salah adalah kenapa dia melanggar HAM dan kenapa pelanggar HAM bisa lolos jadi presiden.
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Men are tired of seeing “I am Jane Doe” posts?
Imagine how fucking tired women are of having a reason to write them.
Silakan unduh di sini ya. Kalau @DPR_RI membantah ini bukan draft resmi, ya ayo unggah aja draft yang kalian pegang di kanal resmi.
drive.google.com/file/d/1GZQ…
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Oia jangan lupa, hari kamis tgl 8 Oktober, DPR akan mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang di dalamnya mengatur ulang masalah PKWT
Kawal ini
Rifka Annisa Women's Crisis Center retweeted
Ga bisa dipukul rata gini ya. Setiap tubuh perempuan itu berbeda. Ada yang sudah menerapkan hidup sehat dan juga rajin kontrol, tetep merasakan sakit.
Sakit ini juga dibagi lagi, masih bisa ditoleransi? Bisa teratasi dengan pain killer? Atau sampai susah aktifitas?





























