Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus) header
Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus) profile picture

Academic labour, amateur runner.

Kota Semarang, Central Java
Joined August 2009
Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)Photo by Dhoni Zustiyantoro (@dhonizus)
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Tulisan gue tentang pemenuhan hak minimum warga kota terbit pagi ini di @hariankompas rubrik Opini!!! Sila membaca selengkapnya di kompas.id/artikel/nasib-kota… 🥰
7
126
1
346
5,930
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Six decades ago, Herb Feith examined Indonesia’s struggle to sustain constitutional democracy. We’re delighted that an Indonesian-language translation of Herb’s book, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, is about to be launched! eventbrite.com.au/e/decline-…
4
1
13
650
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Saya tim tidak sepakat dengan aturan ini. “Tidak boleh penulis tunggal” sebagai syarat khusus itu menurut saya bias bidang karena pakai logika riset lab yg rata2 dikerjakan tim, sementara kalau di soshum sebenarnya wajar saja tulisan dibuat oleh penulis tunggal. Kalau alasannya sekedar mendorong kolaborasi, mengapa syaratnya harus penulis pertama DAN corresponding author juga? Ini menyulitkan untuk dosen2 junior.
Albert Einstein menangis di dalam kubur. Dari Kepmendiktisaintek no 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.
9
173
3
732
22,320
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Di sidang sebagai ahli kemarin, saya menjelaskan bahwa status hubungan kerja seorang dosen seharusnya tidak bergantung pada status administratif semata (seperti “dosen tetap”/“dosen tidak tetap”/punya NIDN atau tidak), tapi melihat secara faktual pekerjaannya sehari-hari. Karena sekarang makin banyak kampus yg berlindung dengan ragam status dosen tidak tetap agar tidak harus membayar layak dosen-dosennya.
Hukum Ketenagakerjaan mengenal hubungan kerja melalui adanya pekerjaan,upah dan perintah sehingga status atau nomenklatur yang diberikan seharusnya dilihat secara keseluruhan bukan beridiri sendiri
1
52
3
207
8,221
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Statemen Presiden bahwa wartawan-aktivis-pengamat adalah “Londo Ireng” itu makin problematik kalau kita membaca sejarah istilah ini. Ini bukan istilah yang seharusnya jadi guyonan sekelas Presiden.
81
4,004
39
10,150
125,792
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Rame di medsos, sepi di aksi demo tuh bukan "twist" atau "counter-intuitive", Pak. Dalam kajian media ada istilah "narcotizing dysfunction", sederhananya orang anggap konsumsi media (skrg +sosial) = sudah partisipasi politik. I wrote about that here: anotasi.org/media-dan-komuni…
Kelas menengah yang menyusut membuat kegelisahan bertambah. Namun, kegelisahan tidak selalu berakhir di jalan. Temuan kami menunjukkan bahwa di daerah dengan penetrasi internet yang tinggi dan ruang media sosial yang lebih bebas, demonstrasi justru cenderung lebih sedikit. Mengapa? Tulisan saya bersama Maria Monica Wihardja dan Abror Tegar Pradana di Fulcrum fulcrum.sg/when-the-indonesi…
10
141
5
352
15,803
Apakah seorang wartawan otomatis kehilangan daya kritis karena mewawancarai org yg mereka kritik? Mewawancarai narasumber adalah pekerjaan wartawan. Mengajukan pertanyaan yang selama ini menjadi kegelisahan publik jg adalah pekerjaan wartawan. Melakukan exclude pd narasumber dilakukan atas pertimbangan jurnalistik, bukan preferensi pribadi atau keberpihakan. Ukuran sebuah wawancara bukan terletak pada siapa yang diwawancarai, melainkan pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang digali. Jika setiap wartawan yang mewawancarai seorang narasumber langsung dicap "berpihak”, ada kemungkinan2 terjadi: kegagalan dlm menjelaskan/memahami apa sebenarnya fungsi jurnalisme, atau buzzer berhasil mendikte percakapan publik.
57
461
13
1,585
36,167
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Di halaman depan Koran Kompas, ada foto ironis seperti ini. "Menyantap Menu MBG di Sekolah yang Rusak."
251
24,745
539
54,163
492,101
Dhoni Zustiyantoro retweeted
One of the oldest Javanese Islamic manuscripts held in Germany, presented in this important new article: Wayan Jarrah Sastrawan, Ali Yunis Aldahesh, & Adrian Vickers: A Newly Identified Islamic Text from Sixteenth-Century Java fuldig.hs-fulda.de/viewer/im… studiaislamika.ppimcensis.or…
2
80
236
6,565
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Paham maksud dr penulis bhw kampus adalah tempat prod pengetahuan. Tapi kampus adl pabrik di mana prod pengetahuan itu terjadi. Realitanya, banyak pekerja kampus, termasuk dosen, yg menerima upah bahkan di bawah upah buruh pabrik. Kampus adalah pabrik, dan dosen adalah buruh.
ada artikel serem banget, "..Ketika Kampus Menjadi Pabrik..." ditulis oleh Bondan Kanumoyoso, seorang sejarawan dan dosen dari FIB Universitas Indonesia. Penulis mengkritik kebijakan pemerintah yang ingin menutup jurusan kuliah tertentu hanya karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini Universitas adalah tempat untuk mengasah pemikiran dan intelektual, bukan sekadar pabrik yang memproduksi tenaga kerja untuk industri. Masa depan sulit diprediksi, sehingga jurusan yang dianggap tidak laku sekarang bisa jadi sangat dibutuhkan di masa depan untuk mengatasi masalah sosial dan teknologi. Ilmu seperti sejarah, sastra, dan filsafat tetap sangat penting karena membantu masyarakat tetap kritis, berempati, dan memahami identitas bangsanya. Kebijakan yang terlalu fokus pada pasar kerja dikhawatirkan akan membuat mahasiswa menjadi pragmatis dan membuat bangsa kehilangan sosok pemikir atau intelektual publik. Penulis menyarankan agar pemerintah melakukan kolaborasi antarilmu dan memperbarui kurikulum, daripada langsung menghapus atau menutup jurusan tersebut.
4
78
2
358
9,767
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Publikasi baru tentang kenyataan pasca-konflik di Maluku. Saya menyoroti bagaimana narasi akhir zaman, yang dilecut oleh ketegangan tenurial, berbenturan dengan trauma kekerasan dua dekade silam. Ini memunculkan kontradiksi sehari-hari yang dipendam. tandfonline.com/eprint/IZI4N…
1
48
2
139
4,822
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Marx published "The Poverty of Philosophy" - his first book on political economy - in 1847, when he was 29. The notes on his own copy demonstrate his self-critical spirit & how he continued to develop his ideas. He wrote it in French, so that his adversary Proudhon could read it. He wrote: "Economists say that feudalism is artificial while capitalism is natural. They resemble the theologians who think that every religion which is not theirs is an invention of men, while their own is an emanation from god. There has been history but there is no longer any".
29
552
27
3,007
131,850
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Cek kondisi dosenmu, mungkin uring2an karena tahu anggaran hibah dikti hanya 1 hari MBG
3
1
4
404
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Hari ini, 8 April 2026, Magdalene bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (@AMSI_ID) telah melakukan konsultasi dengan Dewan Pers yang diwakili oleh Abdul Manan, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers terkait pembatasan konten di akun Instagram kami. Berikut rangkumannya!
9
717
10
1,464
28,106
Kita akan diajak membedah struktur cerita agar lebih kuat dan berkesan. Peserta mengeksplorasi alur, memahami konflik utama dan konflik sampingan, serta membahas pilihan ending: terbuka, mengejutkan, atau pahit. Fokus pada analisis, contoh, dan diskusi.
1
1
1
130
Dhoni Zustiyantoro retweeted
"cara negara melihat kekuasaan dan kedaulatan secara kaku, seolah harus selalu tampak kuat dan tidak boleh mengakui kelemahan. Inilah cerminan maskulinitas toksik." Tulisan hebat dari akademikus hebat Prof Evi Eliyanah theconversation.com/gaya-mas…
7
276
3
676
14,660
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Peristiwa ini dinilai bukan kriminalitas biasa, melainkan bagian dari pola teror lama yang secara sistematis menargetkan mereka yang menyuarakan kritik. #Polhuk #AdadiKompas kompas.id/artikel/pulau-khar…
8
8
425
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Yang menulis, menyunting, mereview, dosen dan peneliti. Mereka juga yang merawat dan membesarkan jurnal. Tidak dapat sepeser pun. Kalau mau tulisannya bebas diakses, bayar puluhan juta. Penerbit? Layout dan proofread seadanya. Ratusan kampus bayar miliaran ke penerbit.
Replying to @LiterasiFess
Bahkan di tingkat university aja dosen-dosen ngebagiin pdf bajakan. Lu knp dah min? Bacaan itu buat semua kalangan manusia. Ga ada siapa yang lebih berhak.
6
451
16
1,780
64,339
Dhoni Zustiyantoro retweeted
Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia bersama guru dan masyarakat sipil telah mengajukan permohon Judicial Review UU APBN 2026 di MK terkait penyelundupan kebijakan MBG yang menguras anggaran penyelenggaraan pendidikan nasional dan berdampak pada kesejahteraan guru & pendidikan
14
634
7
998
16,104
Dhoni Zustiyantoro retweeted
📚 In celebration of World Book Day, we're spotlighting one of our open access books. The first of its kind, this book offers a unique study of awkwardness, not just as an emotion, but as a cultural phenomenon. 🔗 Available open access: spr.ly/6013hCuDR
1
65
7
252
14,211