PaitanSengit (@dwitorro) header
PaitanSengit (@dwitorro) profile picture

sedang menjalani cerita Nya...

Bantul YK
Joined June 2010
Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)Photo by PaitanSengit (@dwitorro)
PaitanSengit retweeted
Kompres dari Mabes Polri: Tindakan dugaan penyadapan, penghapusan data elektronik ilegal hasil sadapan, ditetapkan sebagai tersangka: 1. LSP, 2. ASN, 3. NH yang disadap Nomer Presiden, Media, Tokoh Politik dll.
55
172
17
1,135
130,253
PaitanSengit retweeted
Bayangin kalau tetangga lo bikin status WhatsApp (SW) kayak gini.
338
9,696
422
30,574
673,119
Balbalan Jembotttt – at Kasihan, Indonesia
8
PaitanSengit retweeted
Second podium of the year for the Indonesian 🥈 🇮🇩 #MalaysianGP 🇲🇾
182
3,607
280
12,061
257,303
PaitanSengit retweeted
Pernyataan peneliti CELIOS (Bhima Yudhistira) di Mahkamah Konstitusi yang menyebut Kopdes Merah Putih sebagai kebijakan koperasi paling buruk sepanjang sejarah, menyajikan data pembanding yang sangat telak. Daripada mengucurkan kredit Rp240 triliun untuk proyek fisik sentralistik yang memakan usaha rakyat, dana sebesar itu sebenarnya bisa memberi suntikan modal Rp61,5 juta ke tiap 3,9 juta warung kecil se-Indonesia. Ditambah lagi, pemotongan Dana Desa demi cicilan ini terbukti mengorbankan gaji guru PAUD, perbaikan jalan, hingga Posyandu. Ini bukan ekonomi kerakyatan, tapi kanibalisme usaha rakyat disokong negara.
79
2,848
23
5,987
90,617
PaitanSengit retweeted
Ya ampun Darrrr Dar…. wkwkwkkwkwkwk
305
1,360
130
5,651
226,465
PaitanSengit retweeted
customer bayar, customer dapat pelayanan, customer boleh kasi kritik dan saran via google review. Rakyat bayar pajak, rakyat dapat pelayanan dari pejabat, rakyat boleh kasi kritik dan saran via medsos. orng yg dibayar ttp harus bekerja baik meski ga dapat pujian.
321
16,864
222
37,636
652,750
🚨 SIAPA YANG SEBENARNYA SUDAH PALING BANYAK MENIKMATI "KEISTIMEWAAN" JOGJA & TANGGUNG JAWAB NYA? MENGUNGKAP REALITA DI BALIK KOTA PELAJAR! 🚨 Di balik romantisnya pariwisata dan predikat Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyimpan realita sosiopolitik dan ketimpangan ekonomi yang jarang terungkap. Pernahkah kalian menyadari bahwa wajah tata kelola kota kita makin hari makin semrawut? 🤔🏙️ Realitanya, ruang publik dan pariwisata Jogja banyak dikuasai oleh sistem ekonomi bayangan. Kasus pungutan liar (pungli), parkir "nuthuk" dengan tarif tak masuk akal, hingga maraknya premanisme seolah tumbuh subur. Ironisnya, institusi wakil rakyat di DPRD, instansi pemda dan kepolisian seolah lumpuh tak berdaya. Penegakan hukum kerap terbentur kuatnya budaya ewuh pakewuh, serta jejaring patronase elite lokal, oknum pemda, hingga ormas pembeking yang mengklaim sebagai perpanjangan tangan penguasa. 🛵💸⚖️ Sistem politik DIY dengan dualitas kepemimpinan Sultan sebagai Raja kultural sekaligus Gubernur, memang menjaga stabilitas politik meski penuh intrik dari lawan politik & isu calon suksesi pengganti. Namun, siapa yang menikmati kucuran triliunan Dana Keistimewaan? Nyatanya, porsi terbesar justru terserap ke atas: keluarga keraton, birokrasi, elite pemodal besar, kontraktor proyek, dan mafia ekonomi jalanan. Investor dengan mudah menguasai tata ruang, membangun fasilitas mewah yang hanya bisa dinikmati kelas menengah atas dan pendatang berprivilese. 🏰💰 Lalu gimana nasib warga asli & masyarakat kecil? Mereka menjadi kelompok paling terpinggirkan. Di tengah himpitan UMR/UMP yang terendah di Indonesia, warga lokal terusir oleh gentrifikasi. Generasi muda menjerit tak mampu membeli hunian karena harga tanah meroket akibat spekulasi kapitalis. Sementara itu, mahasiswa & warga yang menyuarakan kritik sering kali dibenturkan dengan blokade ormas reaksioner, menciptakan konflik horizontal yang melukai kohesi sosial. Warga bawah akhirnya dipaksa sekadar "nrimo ing pandum". 📉🥀 Keistimewaan Jogja sedang diuji. Mampukah tata kelola kota berpihak pada warga aslinya, bukan sekadar elite? Bagaimana realita hidup di Jogja yang kamu rasakan hari ini? 🙏 Sc : @barceeelll
8
630
10
1,220
27,673
Pada aksi 28 Oktober 2026 di Yogyakarta, guru besar ilmu hukum UGM Zainal Arifin Muhtar, mengajak para pemuda untuk meneriakkan yel-yel revolusi dan melawan rezim yang yang tidak berpihak pada rakyat. Ribuan massa yang melakukan aksi di Yogyakarta, terdiri dari sejumlah elemen gerakan masyarakat, aktivis, dan mahasiswa. Seperti dari Forum Cik Di Tiro, mahasiswa dari sejumlah kampus, dan suporter bola. 🎥: Project Multatuli #IndonesiaSadar #ProjectMultatuli
20
3,622
55
6,701
90,795
PaitanSengit retweeted
Keren warga Jogja merekam kericuhan dengan estetik 😭
90
8,250
106
28,665
266,143
PaitanSengit retweeted
91
954
69
2,571
138,737
PaitanSengit retweeted
Pak Menkes Gagal Beradaptasi. From This. To This.
203
5,894
307
13,581
252,627
Nah, si paling beradaptasi ini akhirnya berkunjung ke Palangka Raya. Gak pakai lama untuk beliau langsung megap2 kurang oksigen. Makan tuh adaptasi! From this to this
210
4,716
193
10,502
213,368
Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor gubernur di Kalimantan Tengah (23/10) terkait kebakaran hutan dan lahan. Mereka menuntut agar pemerintah mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menangani kebakaran hutan yang membuat mereka 'sulit bernapas'.
21
1,666
17
2,910
43,551
PaitanSengit retweeted
The first ever Indonesian #Moto3 polesitter is Veda Pratama 🇮🇩 And his first ever front row too! 😎 #AustralianGP 🇦🇺
314
4,542
659
13,490
706,395
PaitanSengit retweeted
Di usia senjanya, Mbah Waryanah (65) masih merawat cucunya, Cahyo Agung Wibowo (18), yang menderita polio sejak bayi hingga lumpuh dan tak bisa berkomunikasi. Keduanya tinggal di Kedung Buweng 4, Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Selama 13 tahun, Mbah Waryanah merawat Cahyo setelah kedua orang tuanya pergi ke Jakarta dan Palembang dan tak pernah kembali. Cahyo ditinggal ortunya saat usia 5 tahun. Setiap pagi, Mbah Waryanah berjalan kaki lebih dari dua kilometer untuk berjualan jajanan pasar. Penghasilannya hanya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu sehari untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk membeli popok Cahyo. “Kalau makan, lauknya seadanya yang penting ada kecap mau. Garam sama air putih ya nggak papa. Yang penting ada pampers,” kata Mbah Waryanah. Mbah Waryanah tak bisa lama-lama berjualan karena tak tega meninggalkan Cahyo sendirian. Sementara di rumah, Cahyo menghabiskan hari-harinya di kamar kecil dan sesekali terhibur dengan mendengarkan radio. Kini, di tengah usianya yang semakin tua, Mbah Waryanah mengkhawatirkan masa depan sang cucu jika dirinya tak lagi mampu merawatnya. “Saya ngunduri tuo (semakin tua). Cahyo ngunduri gede (semakin besar),” tuturnya. 📸: Dok. kumparan/Panji Purnandaru. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R091 | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
32
550
27
1,797
76,947
PaitanSengit retweeted
Dapat video dr seorang teman tentang kondisi yg warga Palangkaraya hadapi sehari2. Berbulan2 hingga hari ini. Tak terasa membaik, justru asap semakin pekat... Mana tanggung jawab pemerintah?
21
814
2
1,445
19,943
PaitanSengit retweeted
banyak yang kecolongan!!! ijo - coklat pasti dihukum atasan karena daerah HI itu titik vital jakarta yang semua mata dunia melihat, termasuk komdigi juga kecolongan, karena ini ga ada di kata kunci yang mereka banned dan boom langsung meledak bikin pecah semua algoritma sosmed, respect buat kakak greenpeace 🫶
133
20,073
132
51,955
551,598
Antrean BBM, kendaraan listrik, dan oligarki sendok garpu. Eps 35 - Serial Ekspedisi Indonesia Baru youtu.be/fOI1dak0H1E?si=gX-j…
38
1,597
16
3,532
79,265
PaitanSengit retweeted
Membayangkan ada keajaiban Istanbul United di sini. Garis depan jalanan di Yogyakarta berbaris massa terorganisir dengan zirah kebesaran PSS, PSIM, Persiba dsb. Di belakang teman-teman dari seluruh Universitas dengan pelindung lengkap khas gerakan Hongkong saling melengkapi.
150
1,124
109
2,320
314,319