Sleman Inside retweeted
Terlepas skor, sebenarnya PSS bisa mengimbangi Borneo.
Beberapa kali PSS ada di posisi yang membahayakan lini belakang Borneo, tapi decision making tidak on point.
Sayang. Sejak lama Persik kemarin ketika lagi main enak, malah kebobolan. Sekarang malah kartu merah juga.
Sleman Inside retweeted
Bal-balan cap taek! Jadwal main isinya di hari kerja dan kalian tidak keberatan sama sekali? @PSSleman
Masih sama dan tidak berubah, kalian sampah! @ileague_id @PSSI
Kalian pendukung PSS juga terima-terima saja PSS banyak main di hari dan jam kerja? 😒
Sleman Inside retweeted
Tim promosi berwarna hijau ini datang dengan identitas jelas: permainan sayap.
Yang tidak jelas adalah saya, yang coba menjinakkan data dengan sampel yang sedikit untuk mencari tahu apakah PSS tahu cara untuk menang atau tidak.
Read here:
benchpigeon.medium.com/succe…
Sleman Inside retweeted
Kalau ada kanal donate, spay, gopay atau apapun itu untuk support, saya siap berlangganan agar ulasan semacam ini muncul terus. Analisa taktikal dengan bahasa yang ramah tongkrongan. Damn, wajib baca!
#rispekk
Tim promosi berwarna hijau ini datang dengan identitas jelas: permainan sayap.
Yang tidak jelas adalah saya, yang coba menjinakkan data dengan sampel yang sedikit untuk mencari tahu apakah PSS tahu cara untuk menang atau tidak.
Read here:
benchpigeon.medium.com/succe…
Sleman Inside retweeted
Kecintaanmu kepada PSS akan selalu abadi.🌹🫂
-Trimurti Wahyu
-Supardjiono
-Stanislaus Gandhang
-M Asadullah
-M Iqbal
-Tri Fajar Firmansyah
-Aditya Eka Putranda
-Viano Sulthan
-Ihsan Nurhidayah
-Ahmad Syahputra
-Novandika Dwi Adi
-Fakhri Maulana
-Iyan Fathur
-Rio Rahman
Sleman Inside retweeted
deepest condolences to @BCSxPSS_1976, sending love from Jakarta.
Jkt Madness x Tiffosi
Sleman Inside retweeted
Hati-hati untuk seluruh rombongan yang berangkat ke Surabaya. Semoga selalu diberikan keselamatan hingga nanti pulang ke Sleman. Keselamatan tetap yang utama, ingatkan kanan-kiri 🤲🏻
Sleman Inside retweeted
Sebagai bentuk penghormatan kepada saudara kita yang telah berpulang, Brigata Curva Sud tetap memasuki stadion tanpa perayaan, tanpa miniflag, dan tanpa nyanyian.
Mari jaga sikap, tunjukkan empati, dan hormati saudara kita yang telah mendahului.
Duka kita bersama. Al-Fatihah
Sleman Inside retweeted
Mari bersama-sama menjaga empati dan menghormati privasi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Kami mengimbau untuk berhenti menyebarkan foto maupun video korban, baik melalui media sosial, grup percakapan, maupun platform lainnya.
Sleman Inside retweeted
Bismillah sore ini kita seru seruan lagi di live commentatory pss vs psm di youtube dan tiktok tuminiball yak!
Oiya kalau ada yg berminat komentatorin bareng boleh banget reply ya! Biar makin rame ! @TheShooter_id @PSSleman
Kita ramaikan yg belum bisa ke stadion!
🤖 Made with AI
Sleman Inside retweeted
Reading The Game, segmen terbaru dari PSS Podcast yang menghadirkan sudut pandang berbeda melalui data dan statistik dalam melihat pertandingan Super Elja.
Saksikan episode perdananya hari ini pukul 19:30 WIB di kanal YouTube PSS TV dan Spotify! 🎙️
#PSS #COSE #PSSPodcast
Sleman Inside retweeted
majalah pra-pertandingan buatan saya, dapat diakses secara gratis melalui link dibawah ini, kalau suka silahkan di share:
drive.google.com/drive/folde…
izin tag mas:
@JanganGoyah @Azharceria10 @TheShooter_id @SuicideSquad76 @meme_elangjawa @slemaninside @SepakbolaSleman @northerncsl
Sleman Inside retweeted
#intinyadeh pelaku yg ngeroyok Bambang Setiawan hingga tewas dan Fatur saat demo 27 Agustus 2026 diduga kuat bukan massa GRIB, tp polisi.
Hasil investigasi kolaborasi dr suara.com, BBC Indonesia, & Project Multatuli ungkap bbrp temuan dr video2 & kesaksian:
(1/5)
Seorang pedagang cermin tewas dikeroyok di Pejompongan saat aksi massa berakhir bentrok. Setengah jam sebelumnya, satu pemuda dipukuli dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Rekaman berkata lain, memperlihatkan sejumlah orang di sekitar kedua korban pernah terlihat bersama kelompok polisi malam itu.
“BAWA AJA! BAWA! BAWA! SERET!”
Suara itu terdengar dari Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Sekelompok orang berpakaian hitam mengepung seorang pria. Mereka menarik tubuhnya. Menyeretnya ke jalan. Beberapa orang memukulinya memakai tongkat kayu.
Korban adalah Bambang Setiawan, 59 tahun, pedagang cermin. Malam itu, sekitar pukul 23.30 WIB, ia menjadi sasaran pengeroyokan di tengah kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi di DPR.
Narasi yang beredar di media sosial, pelaku pengeroyokan Bambang dan Fatur disebut-sebut sebagai massa Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya.
GRIB memang turun ke jalan malam itu. Kelompok massa dari organisasi tersebut terlihat bergerak setelah demonstrasi 27 Agustus berakhir. Hercules alias Rosario de Marshall dikabarkan memimpin langsung pergerakan mereka.
Sejumlah video amatir juga merekam massa berbaju hitam yang diduga kelompok GRIB mengejar dan memukuli orang-orang di sekitar Slipi, Jakarta Barat.
Tapi, Bambang dan Fatur dikeroyok bukan di Slipi.
Mereka berada di Pejompongan, Jakarta Pusat. Jaraknya sekitar dua kilometer dari lokasi terakhir massa GRIB yang terekam.
Lantas, siapa orang-orang berbaju hitam yang menyeret Bambang?
Pertanyaan itu membawa kami menelusuri ulang malam tersebut: dari rekaman video, kesaksian warga, waktu kejadian, hingga pergerakan kelompok yang berada di sekitar Pejompongan.
@suaradotcom bersama @projectm_org dan @BBCIndonesia melakukan reportase investigatif terkait kematian Bambang, pedagang cermin di Pejompongan saat demo 27 Agustus 2026.
Baca reportase investigatif ini di: liks.suara.com/read/2026/09/…
Jadikan @suaradotcom sumber berita:
Klik google.com/preferences/sourc… & centang sebagai referensi pilihan. Bagikan konten ini.
Sleman Inside retweeted
Oiya, tiket pertandingan PSS Akademi nanti bisa dibeli secara langsung di lokasi dengan harga 20ribu (bisa cash dan QRIS). #PSSday
































