Kadang kita seringnya selalu gampang kepikiran. Mau ngomong sesuatu, kita mikir, "nanti dia tersinggung nggak ya?" Mau menolak ajakan, kita ngerasa nggak enak. Mau jujur soal perasaan, kita tahan karena takut bikin dia sedih. Semua kita timbang dengan hati-hati, sampai capek sendiri.
Tapi coba lihat baliknya. Apakah dia melakukan hal yang sama untuk kita? Kadang jawabannya nggak enak didengar. Dia bisa ngomong seenaknya, membatalkan janji dengan santai, atau menghilang tanpa kabar, dan kelihatannya nggak ada beban sama sekali. Sementara kita masih sibuk menjaga perasaannya, dia bahkan nggak pernah mikir soal perasaan kita.
Itu yang bikin timpang. Kita menjaga dengan sepenuh hati, sedangkan yang dijaga nggak merasa perlu menjaga balik. Lama-lama, kepedulian kita habis di tempat yang salah, dan yang tersisa cuma lelah.
Peduli sama orang lain itu hal baik, dan nggak perlu dihilangkan. Tapi kepedulian juga perlu tempat yang tepat, yaitu orang yang bisa menghargainya. Nggak semua orang pantas mendapat versi kita yang paling hati-hati dan paling mengalah.
Jadi mulai sekarang, coba seimbangkan. Jaga perasaan orang yang juga menjaga perasaanmu. Kalau ada yang bersikap sebodoamat, kamu boleh kok mengurangi porsi pedulimu. Itu bukan jahat, itu cara melindungi hatimu sendiri.
This cable can stop a 20-ton jet at 240 km/h in just seconds… absolutely insane engineering. What was your first thought when you saw this?
🥑 retweeted
Where wood turns into silk and patience transforms into art. A masterpiece crafted in silence.🪵✨




































